Rommi Ariesta | AiTi and Blog

Berbagi tentang Teknologi Informasi untuk kehidupan yang lebih menyenangkan


Strategi penjualan Research In Motion (RIM) dengan BlackBerry dan Apple Inc melalui IPhone nya sungguh menarik untuk diamati. Kedua perusahaan dunia itu memiliki taktik yang serupa dalam memasarkan perangkat mobilenya. Sama-sama menawarkan perangkat tidak secara langsung kepada konsumen tapi melalui makelar, yakni operator selular. Ada apakah?

Langkah mereka berbeda dari banyak produsen handphone lainnya, Nokia, SonyEricsson, Motorola, Palm, HTC, Dopod, 02, Samsung, LG dan lainya yang menjual secara langsung kepada pengguna ataupun melalui reseller. IPhone dan BlackBerry memang ekslusif dan mahal tapi produsen lain pun punya produk untuk segmen menengah atas.

Kalau mau, mereka tetap bisa menjualnya secara langsung tanpa melalui perantara operator selular yang membundelnya dalam paket. Mengapa mereka menempuh jalur ini? Inilah yang ingin dicoba untuk kita tebak. Kiranya ada 4 alasan:

1. Strategi Aras Korporasi
Menjualnya secara eceran, melalui distributor ataupun melalui kerjasama dengan operator selular adalah sebuah pilihan. Sebuah cara dalam berdagang dan ini tidak melanggar etika bisnis. Cara ini dipilih sebagai strategi perusahaan dalam berbisnis. Hal utama adalah bisa mendatangkan margin.

2. Berkelas dan Ekskusif

Dengan memilih tidak melayani pelanggan secara langsung, RIM dan Apple Inc ingin menonjolkan kesan mewah dan hanya untuk kalangan tertentu. Dengan harga yang cukup tiggi dan dipaket bersama jasa operator selular artinya hanya orang-orang yang berduit saja yang mau secara rutin mengeluarkan biaya bulanan. IPhone dan Blackberry yang dibeli selain dari operator selular adalah produk "Haram".

3. Membangun Loyalitas
Salah satu sifat mendasar manusia adalah ingin dihargai dan diakui. Dengan menggunakan produk yang bukan sejuta umat, secara tidak langsung penggunanya merasa bahwa mereka sebagian kecil kaum yang sukses secara materi. Loyalitas pada perangkat ini terus mereka pertahankan demi status sosial.

4. Mengikat Konsumen
Cinta itu tumbuh karena kebiasaan, konon begitu katanya. Kewajiban berlangganan dalam waktu tertentu, minimal 2 tahun untuk bisa menggunakan IPhone akan membuat orang cinta mati. Seperti nikotin atau zat adiktif, ada yang hilang jika berhenti memakainya. Apalagi ditambah dengan berbagai service yang menarik dari operator. Bahkan Barrack Obama ngotot untuk bisa tetap bermain dengan BlackBerrynya walaupun sebagai presiden tidak dibenarkan oleh protokoler kepresidenan US, akhirnya ia diizinkan.

Metode apapun yang ditempuh oleh masing-masing vendor handphone hanyalah sebuah aksi bisnis yang ditujukan untuk menangguk margin. Cara boleh berbeda tapi tujuannya satu. Dan juara sejatinya adalah meraka yang mempunyai keuntungan yang paling besar.


3 komentar

  1. BudiTyas  

    Betul. Endingnya tetap duit. Cara pemasaran tergantung segmen yg ditarget.

  2. Bagus Purwanto  

    hi mas rommi....
    link yang ke blog mas rommi ini udah aku masukin ke blogroll aku cek aja di http://www.dikbagus.co.cc
    ehm..ehm..jadi kan tukeran link nya?

  3. Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009  

    Analisa atau tebakan yang masuk akal he..hee...

Posting Komentar

Internet Sehat Blog Award '09

Internet Sehat

Berlangganan

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Categories

Archives

Recent Posts

Recent Comments

NavinoT

NavinoT
Another Technology Paradigm